Buka menu utama

WikiShia β

Jumadil Akhir Rajab Sya'ban
1 2 3 4 5 6 7
8 9 10 11 12 13 14
15 16 17 18 19 20 21
22 23 24 25 26 27 28
29 30  
Kalender Islam

Bulan Rajab (bahasa Arab: شهر رجب) atau Rajab al-Murajjab (رجب المرجّب) adalah bulan ketujuh dari bulan-bulan Arab atau biasa yang disebut dengan bulan-bulan qamariah. Rajab adalah termasuk dari bulan-bulan haram di sisi bulan Dzulkaidah, Dzulhijjah dan Muharram. Dalam banyak riwayat dipesankan bahwa melakukan ibadah haji umrah dan ibadah puasa sangat ditekankan.

Dalam sebuah hadis dari Nabi saw disebutkan bahwa: "Bulan Rajab adalah bulan Allah, dan bulan Sya'ban adalah bulanku dan bulan suci Ramadhan adalah bulan untuk umatku." Begitu juga sebuah hadis telah dinukil dari Nabi Muhammad saw yang mengatakan: "Siapa saja yang berpuasa satu hari di bulan Rajab seakan-akan dia telah berpuasa selama satu bulan." Malam Jumat pertama bulan Rajab adalah suatu malam yang disebut dengan Lailatu al-Raghaib yang memiliki tata cara ibadah tersendiri dan itu telah dimuat dalam beberapa riwayat. Sunnah dan tradisi Iktikaf di hari-hari 13-15 dalam bulan ini adalah amalan yang sangat masyhur yang dikenal dengan istilah ayyamul bidh dan sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.

Paling pentingnya peristiwa sejarah yang terjadi dalam bulan Rajab ini adalah kebangkitan Nabi Islam saw. Kelahiran Imam Baqir as dan juga syahadah Imam Hadi as dan Imam Kazhim as adalah agenda dari peristiwa bulan suci ini.

Ziarah para maksum di bulan Rajab, khususnya berziarah ke makam Imam Husain as di permulaan dan pertengahan bulan dan juga berziarah ke makam Imam Ridha as adalah hal yang dianjurkan pada bulan ini.

Daftar isi

Alasan Penamaan

Bulan-bulan Hijriah

  1. Muharram
  2. Safar
  3. Rabiul Awwal
  4. Rabiul Akhir
  5. Jumadil Awal
  6. Jumadil Akhir
  7. Rajab
  8. Sya'ban
  9. Ramadan
  10. Syawal
  11. Dzulkaidah
  12. Dzulhijjah

Rajab berarti kebesaran dan keagungan [1] Bulan Rajab adalah suatu bulan yang terhitung memiliki arti yang besar dan agung. sesuai dengan penukilan sumber-sumber bahasa bahwa orang-orang Arab dari periode sebelum Islam mengganggap bulan ini sebagai bulan yang agung sehingga mereka menjaga dan menahan diri untuk tidak melakukan peperangan pada bulan ini.[2] Bulan rajab juga memiliki nama-nama lain dan disebut dengan sifat-sifatnya. mereka menyebut bulan ini juga dengan "Rajab al-Fard", alasannya dikarenakan bulan ini dari urutan keharamannya terpisah dari yang lainnya, yaitu terpisah dari bulan-bulan haram lainnya seperti Dzulkaidah, Dzulhijjah dan Muharram. dikatakan juga untuk bulan ini sebagai "Rajab al-Madhar" karena satu kabilah Madhar (dari nenek moyang Rasul) karena mereka memiliki penghormatan khusus untuk bulan ini. "rajab al-Asham", "Rajab al-Murajjab", "Rajab al-Haram", juga Manshal al-Asnah dan Manshal al-Al adalah nama-nama lain untuk bulan ini.[3]

Bulan Rajab sebelum Islam

Bulan Rajab memiliki nilai dan kehormatan yang sangat tinggi dan istimewa di sisi kaum Arab Jahiliyah; yang mana mereka menganggap bahwa pada bulan ini perang, pertumpahan darah, pembunuhan, perampasan dan menyerang tiba-tiba pada malam hari adalah termasuk larangan dan merupakan hal-hal yang haramkan dan mereka dengan pelarangan ini sangat menjaga dan menghormatinya.[4] Oleh karena itu, mereka menyebut bulan ini juga dengan nama "Rajab al-Asham". Setelah Islam masuk, nilai kemuliaan dan penghormatan bulan inipun bertambah dan aspek agama pada bulan ini telah memberikan kesucian dan menjadikannya lebih sakral.[5]

Keutamaan Bulan Rajab

Dinukil dari Abdullah bin Abbas; karena bulan rajab telah tiba, kaum muslimin berkumpul sekitar Nabi saw dan Nabi setelah menyampaikan pujian dan syukur kehadirat Allah swt dan mengenang para nabi terdahulu, dia bersabda:

"Wahai kaum muslimin! Bulan agung dan penuh berkah akan datang menyelimuti kalian dan bulan tersebut adalah curahan yang mana rahmat Allah akan tercurah dan meliputi siapa saja yang menyembah dan beribadah kepadanya kecuali dia adalah seorang yang musyrik atau seorang yang membuat bid'ah di dalam Islam. Sesunggguhnya dalam bulan Rajab ada sebuah amalam yang jika seseorang menghidupkan malam tersebut dan mendirikan salat pada malam tersebut, Allah swt akan mengharamkan jasadnya dari api neraka dan seribu malaikat akan menyalaminya dan seribu malaikat akan memintakan ampunan untuknya sampai kelak datang malam seperti itu. kemudian bersabda: Barang siapa yang berpuasa satu hari di Bulan Rajab, dia akan selamat dan aman dari ketakutan hari kiamat dan akan terselamatkan dari api neraka.[6]

Amalan Bulan Rajab

Amalan-amalan Bulan Rajab
Amalan-amalan Umum
  • Dalam setiap hari selama bulan Rajab hendaknya membaca doa yang diriwayatkan oleh Imam Zainal Abidin as:
"یا مَنْ یمْلِک حَوَائِجَ السَّائِلِینَ وَ یعْلَمُ ضَمِیرَ الصَّامِتِینَ لِکلِّ مَسْأَلَةٍ مِنْک سَمْعٌ حَاضِرٌ وَ جَوَابٌ عَتِیدٌ اللَّهُمَّ وَ مَوَاعِیدُک الصَّادِقَةُ وَ أَیادِیک الْفَاضِلَةُ وَ رَحْمَتُک الْوَاسِعَةُ فَأَسْأَلُک أَنْ تُصَلِّی عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِ مُحَمَّدٍ وَ أَنْ تَقْضِی حَوَائِجِی لِلدُّنْیا وَ الْآخِرَةِ إِنَّک عَلَی کلِّ شَیءٍ قَدِیرٌ."
"Wahai Dzat yang menguasai segala hajat para peminta dan mengetahui hati para pendiam, segala permasalahan ada dan terdengar di sisi-Mu dan jawabannyapun tersedia, ya Allah, seluruh janji-janji-Mu benar dan nikmat-nikmat-Mu banyak dan rahmat-Mu luas, maka aku memohon kepada-Mu untuk menyampaikan sholawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad dan hendaknya engkau karuniai aku segala kebutuhanku di dunia dan akhirat sesungguhnya engaku Maha Kuasa atas segala sesuatu"
"خَابَ الْوَافِدُونَ عَلَی غَیرِک وَ خَسِرَ الْمُتَعَرِّضُونَ إِلا لَک وَ ضَاعَ الْمُلِمُّونَ إِلا بِک وَ أَجْدَبَ الْمُنْتَجِعُونَ إِلا مَنِ انْتَجَعَ فَضْلَک بَابُک مَفْتُوحٌ لِلرَّاغِبِینَ وَ خَیرُک مَبْذُولٌ لِلطَّالِبِینَ وَ فَضْلُک مُبَاحٌ لِلسَّائِلِینَ وَ نَیلُک مُتَاحٌ لِلْآمِلِینَ وَ رِزْقُک مَبْسُوطٌ لِمَنْ عَصَاک وَ حِلْمُک مُعْتَرِضٌ لِمَنْ نَاوَاک عَادَتُک الْإِحْسَانُ إِلَی الْمُسِیئِینَ وَ سَبِیلُک الْإِبْقَاءُ عَلَی الْمُعْتَدِینَ اللَّهُمَّ فَاهْدِنِی هُدَی الْمُهْتَدِینَ وَ ارْزُقْنِی اجْتِهَادَ الْمُجْتَهِدِینَ وَلا تَجْعَلْنِی مِنَ الْغَافِلِینَ الْمُبْعَدِینَ وَ اغْفِرْ لِی یوْمَ الدِّینِ."
"Terhinalah orang-orang yang memiliki selain-Mu, dan merugilah orang-orang yang berpaling dari-Mu, dan binasalah orang yang memalingkan dirinya dari-Mu, dan celakalah orang yang mengharap kemuliaan dan kehormatan selain dari-Mu kecuali orang-orang yang menghendakinya melewati pintu-Mu yang selalu terbuka bagi orang-orang yang berharap. Dan kebaikan-Mu diberikan kepada orang-orang yang memohon, dan keutamaan-Mu dihalalkan untuk para peminta, dan tuk mencapai-Mu tersedia bagi orang-orang yang berharap, dan rezeki-Mu terbentang bagi para pendosa dan ketaatan-Mu tertuju bagi orang yang menghadap-Mu, kebiasaan-Mu adalah berbuat ihsan kepada orang-orang yang bersalah, dan jalan-Mu selalu mengalah terhadap orang-orang yang menyeleweng, ya Allah, tunjukkanlah jalan hidayah orang-orang yang mendapatkan hidayah kepadaku dan berilah kepadaku usaha orang-orang yang berusaha dan jangan jadikan aku termasuk orang-orang yang lalai menjauh dan ampunilah aku di hari pembalasan"
  • Diriwayatkan oleh Imam Shadiq as bahwa dianjurkan untuk membaca doa ini di bulan Rajab:
"اللَّهُمَّ إِنِّی أَسْأَلُک صَبْرَ الشَّاکرِینَ لَک وَ عَمَلَ الْخَائِفِینَ مِنْک وَ یقِینَ الْعَابِدِینَ لَک اللَّهُمَّ أَنْتَ الْعَلِی الْعَظِیمُ وَ أَنَا عَبْدُک الْبَائِسُ الْفَقِیرُ أَنْتَ الْغَنِی الْحَمِیدُ وَ أَنَا الْعَبْدُ الذَّلِیلُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ وَ امْنُنْ بِغِنَاک عَلَی فَقْرِی وَ بِحِلْمِک عَلَی جَهْلِی وَ بِقُوَّتِک عَلَی ضَعْفِی یا قَوِی یا عَزِیزُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَی مُحَمَّدٍ وَ آلِهِ الْأَوْصِیاءِ الْمَرْضِیینَ وَ اکفِنِی مَا أَهَمَّنِی مِنْ أَمْرِ الدُّنْیا وَ الْآخِرَةِ یا أَرْحَمَ الرَّاحِمِینَ."
"Ya Allah aku memohon kepada-Mu kesabaran orang-orang yang bersyukur kepada-Mu dan amalan orang-orang yang takut kepada-Mu dan keyakinan orang-orang yang beribadah kepada-Mu. Ya Allah, engkau Maha Tinggi dan Agung dan aku hamba-Mu yang sengsara dan papa, Engkau maha Kaya dan Terpuji dan aku adalah hamba yang hina. Ya Allah sampaikan shalawat kepada Muhammad dan keluarganya para washi yang engkau ridhai dan cukuplah bagiku apa yang penting bagiku dari ursan dunia dan akhirat. Wahai Dzat yang Maha Kasih dari para pengasih"
  • Diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa: "Siapa saja yang beristighfar di bulan Rajab seratus kali dengan membaca:
    ﴾ أَسْتَغْفِرُ اللهَ الَّذِى لا إِلَهَ إِلا هُوَ وَحْدَهُ لا شَرِیكَ لَهُ وَ أَتُوبُ إِلَیْهِ﴿

Dan kemudian hal itu dikhatamkan dengan bersedekah, maka Allah Swt akan mengampuni dan merahmatinya, dan siapa saja mengucapkannya sebanyak empat ratus kali Allah akan memberi pahala seratus syahid (orang yang mati di jalan Allah) kepadanya.

  • Ada sebuah riwayat lain yang juga diriwayatkan oleh Rasulullah saw, beliau berkata: "Seseorang yang mengucapkan:
    ﴾لا إِلَهَ إِلا اللهُ﴿
    di bulan rajab seribu kali, Allah swt akan memberikan karunia kepadanya seribu kebaikan dan akan membangun seratus kota untuknya di surga.
  • Diriwayatkan bahwa seseorang yang mengucapkan istighfar tujuh puluh kali pada pagi hari di bulan Rajab dan pada malam hari juga tujuh puluh kali:
    ﴾أَسْتَغْفِرُ اللهَ وَ أَتُوبُ إِلَیْهِ﴿
    dan setelah melengkapkan zikir itu, kemudian mengangkat tinggi kedua tangannya dan berkata:
    ﴾اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَ تُبْ عَلَىَّ﴿
    jika dia menemiu ajalnya pada bulan Rajab Allah akan rela dan merestuinya dan dengan berkah bulan Rajab dia tidak akan tersentuh api neraka.
  • Secara global, selama satu bulan ini dianjurkan untuk membaca:
    ﴾أَسْتَغْفِرُ اللهَ ذَا الْجَلالِ وَ الْإِكْرَامِ مِنْ جَمِیعِ الذُّنُوبِ وَ الْآثَامِ ﴿
    seribu kali.
  • Hendaknya di bulan ini berpuasa selama tiga hari berturut-turut, yaitu di hari Kamis, Jumat dan sabtu.
  • Telah diriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa: "Siapa saja yang mendirikan salat sepuluh rakaat di salah satu malam dari bulan Rajab, yang tata caranya adalah seperti demikian; di setiap rakaatnya membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Kafirun satu kali dan surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali, Allah Akan mengampuni dosa-dosanya."
Malam Pertama
  • Ketika melihat hilal bulan Rajab, berkata:
    ﴾اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَیْنَا بِالْأَمْنِ وَ الْإِیمَانِ وَ السَّلامَةِ وَ الْإِسْلامِ رَبِّى وَ رَبُّكَ اللهُ عَزَّ وَ جَلَّ﴿
    Ya Allah, perbaharuilah kami dengan keamanan, keimanan dan keselamatan serta keislaman, Tuhanku dan Tuhanmu Allah yang Maha Agung dan Mulia.
  • Mandi
  • Membaca doa ziarah Imam Husain as.
  • Setelah salat Magrib mendirikan salat dua puluh rakaat, yaitu mendirikan salat dua rakaat sebanyak sepuluh kali.
  • Setelah salat isya' mendirikan salat dua rakaat: Di rakaat pertama membaca surah Al-Fatihah dan surah Al-Insyirahsekali dan surah Al-Ikhlas sebanyak tiga kali dan di rakaat kedua membaca Al-Fatihah dan surah Al-Insyirah sekali dan surah Al-Ikhlas dan Muawizatain (surah al-Falaq dan An-Nas) dan setelah salam, mengucapkan
    ﴾ لا إِلَهَ إِلا اللهُ ﴿
    sebanyak tiga puluh kali dan membaca shalawat sebanyak tiga puluh kali.
Hari Pertama
Malam ketiga belas
Hari ketiga Belas Hari pertama dari hari-hari yang dikenal dengan Ayyamu al-Bidh (tiga belas, empat belas dan lima belas).
  • Berpuasa
  • Jika seseorang berkehendak melaksanakan amalan Ummi Dawud maka harus berpuasa pada hari-hari tersebut.
Malam Kelima Belas
  • Mendirikan salat enam rakaat dengan tiga salam dengan tata cara yang sama pada malam ketiga belas.
  • Mandi
  • Menghidupkan malam dengan terjaga sambil beribadah.
  • Membaca doa ziarah Imam Husain as.
  • Mendirikan tiga puluh rakaat yang di setiap rakaatnya membaca surah Al-Fatihah dan sepuluh kali surah Al-Ikhlas.
  • Mendirikan salat dua belas rakaat yang di setiap dua rakaatnya diakhiri dengan salam, dan di setiap rakaatnya membaca beberapa surah Al-Fatihah, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-Nas, Ayat Kursi dan Al-Qadr sebanyak empat kali dan setelah salam membaca zikir berikut sebanyak empat kali:
    ﴾اَللهُ اَللهُ رَبّى لا اُشْرِكُ بِهِ شَیْئا وَلا اَتَّخِذُ مِنْ دُونِه وَلِیّا ﴿


Hari kelima belas
  • Mandi
  • Membaca doa Ziarah Imam Husain as
  • Mendirikan salat Salman
  • Mendirikan salat empat rakaat dengan dua salam, dan setelah salam membaca:


﴾اَللّهُمَّ یا مُذِلَّ كُلِّ جَبّارٍ ؛ وَ یا مُعِزَّ الْمُؤْمِنینَ اَنْتَ كَهْفى حینَ تُعْیینِى الْمَذاهِبُ؛ وَ اَنْتَ بارِئُ خَلْقى رَحْمَةً بى وَ قَدْ كُنْتَ عَنْ خَلْقى غَنِیّاً وَ لَوْ لا رَحْمَتُكَ لَكُنْتُ مِنَ الْهالِكینَ وَ اَنْتَ مُؤَیِّدى بِالنَّصْرِ عَلى اَعْداَّئى وَ لَوْ لا نَصْرُكَ اِیّاىَ لَكُنْتُ مِنَ الْمَفْضُوحینَ یا مُرْسِلَ الرَّحْمَةِ مِنْ مَعادِنِها وَ مُنْشِئَ الْبَرَكَةِ مِنْ مَواضِعِها یا مَنْ خَصَّ نَفْسَهُ بِالشُّمُوخِ وَالرِّفْعَةِ فَاَوْلِیاَّؤُهُ بِعِزِّهِ یَتَعَزَّزُونَ وَ یا مَنْ وَضَعَتْ لَهُ الْمُلُوكُ نیرَ الْمَذَلَّةِ عَلى اَعْناقِهِمْ فَهُمْ مِنْ سَطَواتِهِ خاَّئِفُونَ اَسئَلُكَ بِكَیْنُونِیَّتِكَ الَّتِى اشْتَقَقْتَها مِنْ كِبْرِیاَّئِكَ وَ اَسئَلُكَ بِكِبْرِیاَّئِكَ الَّتِى اشْتَقَقْتَها مِنْ عِزَّتِكَ وَ اَسئَلُكَ بِعِزَّتِكَ الَّتِى اسْتَوَیْتَ بِها عَلى عَرْشِكَ فَخَلَقْتَ بِها جَمیعَ خَلْقِكَ فَهُمْ لَكَ مُذْعِنُونَ اَنْ تُصَلِّىَ عَلى مُحَمَّدٍ وَ اَهْلِ بَیْتِهِ﴿


"Ya Allah, wahai Dzat yang menghinakan para pembangkang, wahai Dzat yang memulyakan orang-orang mukmin Engkau adalah pelindungku di saat aliran-aliran pemikiran melelahkanku, dan Engkau adalah Tuhan yang telah merahmatiku dengan menciptakanku sedangkan Engkau tidak butuh dengan penciptaanku dan seandainya bukan karena rahmat-Mu maka aku termasuk orang-orang yang binasa, dan Engkau telah memberikan pertolongan kepadaku dari musuh-musuhku kalau bukan pertolongan-Mu padaku maka pasti aku termasuk orang-orang yang celaka. Wahai Dzat pembawa rahmat dari sumbernya dan pengantar barakah dari tempat-tempatnya, wahai Dzat yang mengkhususkan dirinya dengan ketinggian dan keagungan maka pastilah para wali-Mu berada pada kemuliaan orang-orang mulia. Wahai Dzat yang para penguasa tunduk hina di depan keagungan-Mu maka semua takut akan wibawa dan keagungan-Mu, aku memohon dengan ketetapan-Mu yang bersumber dari ketinggian-Mu dan aku memohon dengan ketinggian-Mu yang bersumber dari kemuliaan-Mu, dan aku memohon dengan kemuliaan-Mu yang dengannya Engkau menguasai arsy-Mu maka Engkau ciptakan dengannya segala makhluk maka seluruhnya mengakui-Mu supaya bershalawat kepada Muhammad dan keluarganya."
  • Melakukan Amalan Ummi dawud
Malam Kedua Puluh Tujuh (Malam Mab'ats (Malam Pengutusan))
﴾لا اله الا الله والله اکبر الحمد لله وسبحان الله ولا حول ولا قوه الا بالله العلی العظیم﴿
"Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dan Maha suci Allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali (dengan daya dan kekuatan) Allah yang Maha tinggi dan Agung"

Dari malam ini, malam-malam rajab dinamakan "Lailatul Mahya" yaitu malam keterjagaan dan malam begadang untuk ibadah. [7]

Hari Kedua Puluh Tujuh(Hari Mab'ats (hari Pengutusan))
﴾لا اله الا الله والله اکبر والحمد لله وسبحان الله ولا حول ولا قوه الا بالله العلی العظیم﴿
"Tiada tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah dan Maha suci Allah dan tiada daya dan kekuatan kecuali (dengan daya dan kekuatan) Allah yang Maha tinggi dan Agung"

Kemudian diteruskan dengan membaca doa ini sebanyak empat kali juga:

﴾ الله ربی لا اشرک به شیئا﴿
"Allah adalah Tuhanku, aku tidak menyekutukannya dengan sesuatu apapun"

Peristiwa-peristiwa Penting Bulan Rajab

Artikel Utama: Peristiwa-peristiwa Penting Bulan Rajab

Catatan Kaki

  1. Majma' al-Bahrain, jld.2, hlm. 67; al-Nihayah fi Gharib al-Hadits wa al-Atsar,jld.2, hlm. 197; Masudi. jld.2, hlm.189.
  2. Majma' al-Bahrain, jld.2, hlm. 67.
  3. Dehkhoda, Ali Akbar, Lughatname, jld.24, hlm.290.
  4. Majma' al-Bahrain, jld.2, hlm. 67.
  5. Dairatu al-Ma'arif Tasyayu', jld.8, hlm. 176.
  6. کان رسول الله اذا جاء شهر رجب جمع المسلمون حوله و قام فیهم خطیبا فحمد الله و اثنی و ذکر من کان قبله من الانبیاء فصلی علیهم ثم قال ایها المسلمون قد اظلکم شهر عظیم مبارک و هو شهر الاصب یصب فیه الرحمه علی من عبده الا عبدا مشرکا او مظهر بدعه فی الاسلام، الا ان فی شهر رجب لیله من حرم النوم علی نفسه و قام فیها حرّم الله جسده علی النار، و صافحه سبعون الف ملک و یستغفرون له الی یوم مثله، فان عاد عادت الملئکه ثم قال من صام یوما واحدا من شهر رجب اومن من الفزع الاکبر و اجیر من النار. "Bihar al-Anwar, jld.33, hlm.47."
  7. Dairatu al-Ma'arif Tasyayu', jld.8, hlm.176.

Daftar Pustaka

  • Al-Masudi, Ali bin Al-Husain, Muruj al-Dzahab wa Ma'adin al-Jauhar, riset: Dagir, As'ad, Dar al-Hijrah, cetakan kedua, Qum, 1409 H.