Buka menu utama

WikiShia β

Khauli bin Yazid
Nama lengkap Khauli bin Yazid al-Ashbahi
Julukan -
Garis keturunan Kabilah Humair
Tempat tinggal Kufah, Irak
Meninggal 66 H/686
Penyebab
Wafat/Syahadah
Terbunuh ditangan pasukan Mukhtar al-Tsaqafi
Tempat dikuburkan Kufah
Peran penting Membawa kepala suci Imam Husain as dan menyerahkanya kepada Ubaidillah bin Ziyad• Pembunuh para Sahabat Imam Husain as
Aktivitas Tokoh antagonis yang memerangi pasukan Imam Husain as di Karbala, Irak • Pembunuh Ja'far bin Ali as dan Utsman bin Ali as di Karbala

Khauli bin Yazid al-Ashbahi (bahasa Arab: خولی بن یزید الأصبحی), salah seorang pembunuh keluarga Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabat Imam Husain as pada hari Asyura, 10 Muharram 61 H. Menurut sebagian catatan sejarah menyebutkan, bahwa dialah pelaku pemenggalan kepala Imam Husain as sehingga terpisah dari tubuhnya.

Daftar isi

Riwayat Hidup

Tahun kelahirannya tidak diketahui. Ia juga bukan berasal dari kalangan bangsawan dan keluarga yang terpandang, nasabnyapun menurut catatan sejarah tidak diketahui secara pasti. Ayahnya bernama Yazid al-Ashbahi yang berasal dari kabilah Humair. [1]

Nama Khauli bin Yazid disebutkan dalam peristiwa tragedi Karbala sebagai tokoh antagonis yang memerangi pasukan Imam Husain as. [2]Ia mati ditangan pasukan Mukhtar al-Tsaqafi pada tahun 66 H/668 yang menuntut balas atas kematian Imam Husain as.

Hari Asyura

Khauli bin Yazid disebut sebagai pembunuh Ja'far bin Ali as dan Utsman bin Ali as. Khauli melontarkan anak panah kearah Utsman yang kemudian menjadi penyebab kesyahidannya. [3]

Disaat Imam Husain as tergeletak tidak berdaya, Khauli pun hendak menebaskan pedang ke lehernya. Namun karena tiba-tiba diserang rasa takut, dengan gemetaran ia mengurungkan niatnya, karena tidak bisa menggerakkan tangan dan kakinya. Sebagian riwayat menyebutkan, bahwa Khaulilah yang menebas leher Imam Husain as sehingga terpisah dari tubuhnya. Meskipun penukilan tersebut dipercaya tidak kuat. Namun riwayat-riwayat tidak ada yang menafikan bahwa Khauli diantara pelaku pembunuhan terhadap Imam Husain as.

Pasca Asyura

Umar bin Sa'ad menerima kepala Imam Husain as dari Khauli bin Yazid yang kemudian dibawa ke Kufah untuk diperlihatkan kepada Ubaidillah bin Ziyad. Khauli sendiri tiba di Kufah pada malam hari dan langsung menuju rumahnya. Pagi hari ia menuju Darul Amarah dan hadir melihat penyerahan kepala Imam Husain as kepada penguasa Kufah. Setelah diperlihatkan kepada Ubaidillah ia membawa kepala Imam Husain as ke rumahnya, dan menyimpannya didalam tungku. Melihat hal tersebut, istrinya mengecam dan melaknat perbuatannya.

Kematiannya

Ketika Mukhtar melakukan pemberontakan dan berhasil menguasai Kufah, ia memerintahkan Abu 'Umrah untuk mencari pelaku pembunuhan Imam Husain as, termasuk Khauli. Ketika mengetahui kedatangan utusan Mukhtar untuk mencari dan membunuhnya, ia bersembunyi di dalam sumur. Namun, ketidaksukaan istrinya atas perbuatan suaminya dalam melecehkan kepala Imam Husain as, membuat sang istri melaporkan tempat persembunyian suaminya. Khaulipun berhasil dikeluarkan dari persembunyiannya dan dibawa menghadap kepada Mukhtar Tsaqafi. Atas perintah Mukhtar, Khauli dibunuh kemudian jasadnya dibakar. [4]

Catatan Kaki

  1. Anshāb al-Asyrāf, jld. 3, hlm. 206
  2. Tārikh Thabari, jld. 5, hlm. 468.
  3. Anshāb al-Asyrāf, jld. 3, hlm. 201.
  4. Al-Bidāyah wa al-Nihāyah, jld. 8, hlm. 272.

Daftar Pustaka

  • Baladzuri, Ahmad bin Yahya. Ansāb al-Asyrāf. Beirut: Dar al-Ta’arif lil Mathbu’at, 1977.
  • Ibnu Katsir, Ismail bin Umar. al-Bidāyah wa al-Nihāyah. Beirut: Dar al-Fikr,1407 H.
  • Thabari, Muhammad bin Jarir. Tārikh al-Umum wa al-Muluk. jld. 7. Beirut: Dar al-Turats,1387.
  • Muhammad bin Sa’ad al-Bashri. Thabaqāt al-Kubra. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, 1410 H.