Buka menu utama

WikiShia β

Imam Mahdi as

(Dialihkan dari Imam Mahdi Afs)
Muhammad bin al-Hasan
Imam ke-12
al-Mahdi
مسجد جمکران گنبد و گلدسته.jpg

Lahir 15 Sya'ban 256 H/870
Tempat lahir Samarra
Imamah 260 H/873
Waktu syahid di
Imam sebelumnya Imam Hasan bin Ali al-Askari as
Ayah Imam Hasan bin Ali al-Askari as
Ibu Nargis Khatun
Lakab Mahdi
Qaim
Baqiyatullah
Muntazhar
Hujjat
Khalaf al-Shaleh
Shahib al-Amr
Shahibuz Zaman
Wali al-Ashr
Manshur
Imam-Imam Syiah
Ali, al-Hasan, al-Husain, al-Sajjad, al-Baqir, al-Shadiq, al-Kazhim, al-Ridha, al-Jawad, al-Hadi, al-Askari, al-Mahdi

Muhammad bin Hasan (L. 255 H/869) yang terkenal dengan Imam Mahdi, Imam Zaman dan Hujjah ibnu al-Hasan adalah imam Syiah yang kedua belas. Berdasarkan literatur-literatur Syiah, kelahiran Imam Zaman terjadi secara tersembunyi dan selain beberapa orang dari sahabat khusus Imam Hasan al-Askari as tidak seorang pun melihat imam kedua belas ini. Menurut keyakinan Imamiyah, Imam Mahdi af adalah juru penyelamat di akhir zaman dan dialah Mahdi Mau'ud (yang dijanjikan kemunculannya). Ia memiliki umur panjang dan akan hidup dalam kegaiban yang panjang. Kelak, ia akan muncul dan bangkit atas kehendak Allah swt serta akan memimpin dunia dengan keadilan. Pasca kewafatan imam yang kesebelas, Imam Zaman hidup dalam kegaiban kecil. Pada masa ini, empat wakil khusus menjadi mediasi kemudahan hubungan orang-orang Syiah dengan Imam Zaman. Namun, dengan dimulainya kegaiban besar pada tahun 329 H/941, interasksi lansung mereka dengan Imam Zaman menjadi berkahir.

Kitab-kitab tasfir Syiah dengan bersandar kepada riwayat-riwayat Maksumin as meyaikini bahwa sebagian ayat-ayat Alquran turun berkenaan dengan Imam Zaman as.

Sebagian dari kaum muslim Syiah pasca kewafatan Imam Hasan al-Askari dalam waktu singkat mengalami keraguan, dan surat-surat resmi Imam Zaman yang umumnya ditulis untuk orang-orang Syiah dan yang disampaikan kepada masyarakat umum oleh para wakil khusus membuat keyakinan mereka kokoh kembali. Banyak riwayat dinukil dari para Imam as mengenai Imam Zaman, kehidupan dan pemerintahnnya. Banyak kitab-kitab hadis yang ditulis demi menukil riwayat-riwayat ini. Di samping kitab-kitab hadis, banyak karya tulis terkait Imam Zaman yang diterbitkan.

Banyak pula tempat-tempat di berbagai belahan dunia dinisbatkan kepada Imam Zaman, seperti Sirdab Ghaibah di Samara, masjid Sahlah di Kufah dan masjid Jamkaran di dekat kota Qom.

Banyak doa-doa dan zikir-zikir yang dinukil untuk menagadakan hubungan di masa kegaiban dengan Imam Zaman. Berdasarkan sebagian hadis, berjumpa dengan Imam Zaman pada masa kegaiban adalah suatu hal yang mungkin terjadi. Sebagian ulama Syiah dalam kitab-kitab mereka telah menyebutkan kisah-kisah mengenai perjumpaan sebagian orang dengan Imam Zaman.

﴾وَنُرِ‌يدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الْأَرْ‌ضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةً وَنَجْعَلَهُمُ الْوَارِ‌ثِينَ . وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِي الْأَرْ‌ضِ وَنُرِ‌يَ فِرْ‌عَوْنَ وَهَامَانَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا يَحْذَرُ‌ونَ﴿

"Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di muka bumi itu, hendak menjadikan mereka pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). dan akan Kami teguhkan kedudukan (kekuasaan) mereka di muka bumi, dan akan Kami perlihatkan kepada Fira‘un dan Haman beserta tentara mereka apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka (Bani Isra'il) itu." (QS Al-Qashash [28]:5-6).

Daftar isi

Nasab dan Kelahiran

Imam Keduabelas adalah putra tunggal Imam Hasan Askari as yang memiliki nama dan kunyah seperti Nabi Muhammad saw. Imam Muhammad bin Hasan al-Mahdi semenjak awal kelahirannya berada dalam tirai kegaiban. Kelahirannya terjadi pada malam pertengahan Sya'ban tahun 255 Hijriah. [1] Akan tetapi terdapat perbedaan pendapat sehubungan dengan tahun kelahirannya. Sebagian ulama berpendapat bahwa kelahiran Imam Mahdi as tahun 256 itu lebih tepat. [2] Ibu Imam Mahdi as adalah seorang kaniz (budak perempuan) yang bernama Nargis. [3] Sebagian berkata bahwa nama ibunya adalah Shaqil dan sebagian lainnya berpendapat nama ibu Imam Mahdi as adalah Maryam bin Zaid Alawi. Tempat kelahiran Imam Mahdi as adalah Sar man raa (Samarra). [4]

Imam Hasan Askari merahasiakan kelahiran putranya mengingat banyaknya riwayat dari Nabi Muhammad saw dan para Imam sebelumnya terkait dengan kemunculan Imam Mahdi yang membuat pemerintah yang berkuasa pada masa itu berusaha untuk menemukannya sehingga membuat kondisi pada waktu itu sangat sulit bagi Imam Hasan Askari as. Karena itu, Imam Hasan Askari menyembunyikan kelahiran putranya dan tidak menampakkannya pada masa hidupnya sebagaimana kebanyakan orang tidak mengetahui keberadaan putra Imam Hasan Askari usai wafatnya. [5]

﴾وَلَقَدْ كَتَبْنَا فِي الزَّبُورِ‌ مِن بَعْدِ الذِّكْرِ‌ أَنَّ الْأَرْ‌ضَ يَرِ‌ثُهَا عِبَادِيَ الصَّالِحُونَ ﴿


". Dan sungguh Kami telah tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) azd-Dzikr (Taurat) bahwasanya hamba-hamba-Ku yang saleh mewarisi bumi ini." (QS Al-Anbiya [21]:105).

Orang-orang Yang Pernah Berjumpa dengan Imam Zaman

Dalam kitab-kitab riwayat-sejarah disebutkan nama-nama orang yang pernah berjumpa dengan Imam Mahdi as. Di antaranya adalah Syaikh Mufid dalam kitab al-Irsyad yang menyebutkan nama-nama orang yang pernah bertemu dengan Imam Mahfi as. Sebagian dari orang itu adalah sebagai berikut: [6]

  1. Muhammad bin Ismail bin Musa bin Ja'far
  2. Hakimah binti Imam Jawad As
  3. Abu Amru al-Amri
  4. Abu Ali bin Muthahhar
  5. Abu Abdillah bin Saleh
  6. Ibrahim bin Idris
  7. Amru al-Ahwazi
  8. Abu Nasir Tharif al-Khadim

Imamah

Imamah Imam Mahdi as bermula pada usia lima tahun dan pada masa ini, Allah swt menganugerahkan hikmah dan menjadikannya sebagai tanda bagi orang-orang sedunia sebagaimana Allah swt menganugerahkan hikmah kepada Nabi Yahya as ketika masih berusia belia dan menjadikannya sebagai imam sebagaimana Allah swt menjadikan Nabi Isa as sebagai nabi di dalam ayunan. [7] Terdapat banyak riwayat dari Nabi Muhammad saw yang dinukil oleh kaum Muslimin (Sunni-Syiah) yang menegaskan tentang imamah Imam Mahdi as dan setelah Nabi Muhammad, terdapat beberapa riwayat dari Amirul Mukminin Ali as dan kemudian setelah itu satu per satu Imam-imam Syiah hingga ayahnya Imam Askari as yang menegaskan tentang imamah putranya di hadapan orang-orang yang dipercaya dan elit Syiah. [8] Kebangkitan reformer dunia tidak terkhusus bagi Syiah atau firkah dalam Islam melainkan juga mencakup bangsa-bangsa non Muslim lainnya yang meyakini akan datangnya The Messiah; bedanya Syiah Dua Belas Imam meyakini bahwa reformer itu adalah seseorang yang telah ditentukan yang telah lahir pada tahun 256 Hijriah dan masih hidup hingga kini. [9]


عن النبي صلى الله عليه وآله وسلم أنّه قال: «لو لم يبقَ من الدنيا إلا يوم واحد، لطوَّل الله ذلك اليوم حتَّى يبعث رجلاً صالحاً من أهل بيتي، يملأ الأرض عدلاً وقسطاً، كما قد مُلئت ظلماً وجوراً»


Rasulullah saw bersabda: "Sekiranya tidak tersisa kecuali sehari dari umur dunia maka Allah swt akan memanjangkan hari itu hingga seseorang dari Ahlulbait yang akan bangkit dan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman." Sunan Abi Daud, 4/107

Sabda-sabda Rasulullah saw

Literatur Syiah

Di antara riwayat yang dinnukil dari Rasulullah saw yang menjelaskan imamah Imam Keduabelas adalah sebuah riwayat yang disabdakan Nabi Muhammad saw kepada Imam Husain as: "Engkau adalah Sayid (Tuan) putra Sayid; Engkau adalah Imam putra Imam; Engkau adalah Hujjah putra Hujjah. Engkau adalah ayah 9 Hujjah dari keturunanmu yang kesembilann"ya adalah Qaim (yang bangkit)." [10]


Literatur Sunni

مهدی مدینه.jpg
  • Ahmad bin Hanbal dalam Musnad dengan sandaran beragam menukil dari Jabir bin Samrah bahwa Rasulullah saw bersabda, "Akan terdapat 12 Khalifah (atau Amir menurut sebagian riwayat yang akan memerintah) dan kesemuanya dari Quraisy." [11]
  • Dalam sebuah hadis terkait dengan mikraj yang disebutkan dalam Maqtal Kharazmi bahwa Rasulullah saw menyebutkan satu per satu nama Imam Syiah dan Imam Mahdi as sebagai Imam terakhir dari silsilah para Imam dan dipandang sebagai Imam yang akan menuntut balas terhadap musuh-musuh Allah. [12]
  • Ummu Salamah: "Saya mendengar Rasulullah saw bersabda, 'Mahdi dari keluargaku dan dari keturunan Fatimah.'" [13]
  • Imam Ali: "Rasulullah saw bersabda, ‘Mahdi berasal dari kami Ahlulbait dan membereskan urusannya dalam satu malam." [14]
  • Rasulullah saw bersabda, "Apabila tidak tersisa kecuali sehari dari umur dunia maka Allah swt akna memanjangkan hari itu hingga seseorang dari Ahlulbait yang akan bangkit dan memenuhi dunia dengan keadilan sebagaimana sebelumnya dipenuhi dengan kezaliman." [15]

Tuturan-tuturan Para Imam Syiah

Di antara riwayat yang dinukil dari para Imam Syiah adalah sebuah riwayat dari Imam Ali as yang bersabda: "Ketahuilah, demi Allah! Aku dan kedua putraku (Hasan dan Husain) pasti akan terbunuh dan pasti Allah swt akan membangkitkan seseorang dari keturunanku di akhir zaman yang akan menuntut darah kami dan ia akan tersembunyi dari masyarakat supaya ketahuan siapa saja yang tersesat di masa ghaibat hingga orang-orang jahil berkata, "Kita tidak memerlukan Keluarga Muhammad." [16]

Dari Imam Baqir as diriwayatkan, "Setelah Husain bin Ali akan ada 9 Imam dan yang kesembilan itu adalah Qaim (Imam Mahdi)." [17]

Ghaibah

Riwayat-riwayat tentang kegaiban Mahdi Mau'ud (Yang Dijanjikan) sebelum kelahirannya adalah riwayat-riwayat qath'i (pasti) dan terkait dengan pemerintahannya diriwayatkan secara mustafidh (di bawah riwayat qath'i). Ia adalah Imam yang bangkit dengan perintah Ilahi dan orang-orang menantikan pemerintahannya. Sebelum kebangkitannya, Imam Mahdi akan menjalani dua masa ghaibat dimana yang pertama akan lebih panjang dari yang lainnya sebagaimana yang disebutkan dalam sebagian riwayat. Ghaibah Sughra (gaib pendek) bermula semenjak masa kelahiran hingga akhir masa perwakilannya dan Syiahnya (wafatnya wakil terakhir). Setelah itu, Imam Mahdi as akan menjalani masa ghaibah Kubra (Gaib panjang) dimana di akhir masa ghaibat ini, Imam Mahdi as akan bangkit dengan pedang (atau dengan senjata). [18]

Ghaibah Sughra

Pada masa ini hubungan masyarkat dengan Imam Mahdi as terjalin dengan perantara empat wakil khusus. Empat wakil khusus Imam Mahdi as adalah:

  1. Usman bin Said al-Amri
  2. Abu Ja'far Muhammad bin Usman Sa'id al-Amri
  3. Abu al-Qasim Husain bin Ruh al-Nubakhti
  4. Ali bin Muhammad al-Samuri

Pada hari-hari terakhir masa hidup Samuri terdapat sebuah surat resmi (tauqi) dari Imam Mahdi as yang mengabarkan tentang kepergiannya dan permulaan ghaibah kubra.

Empat wakil Imam Mahdi pada masa hidupnya di samping memegang peran sebagai juru bicara Imam Mahdi juga berperan memperbaiki akidah orang-orang Syiah di antaranya membereskan pemikiran-pemikiran Ghulat dari masyarakat Syiah. [19]

Ghaibah Kubra

Artikel Utama: Ghaibah Kubra

Telaah Lebih Jauh

  • Nu'mani, Ibnu Abi Zainab, Ghaibat (Terjemahan dan Matn Ghaibat Nu'mani), Penj. Muhammad Jawad Ghaffari, Tehran: Dar al-Kutub al-Islamiyah, 1387 S.
Didahului oleh:
Imam Hasan al-Askari as
Imam ke-12 Syiah Imamiyah Diteruskan oleh:

Catatan Kaki

  1. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm. 512.
  2. Al-Shaduq, Kamāluddin wa Tamām al-Ni'mah, hlm. 460-461; Jasim Husain, Tārikh Siyāsi Ghaibat Imām Dauzdahum Ajf, hlm. 115-122.
  3. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm. 512.
  4. Al-Syahid al-Awwal, al-Durus al-Syar'iyyah fi Fiqh al-Imamiyah, jld 2, hlm. 16.
  5. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm 510.
  6. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm. 520-521.
  7. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm. 520-521.
  8. Al-Mufid, al-Irsyād, hlm. 520-521.
  9. Muzhaffar, Masāil I'tiqādi az Didgah Tasyayyu', hlm. 102.
  10. Al-Shaduq, ‘Uyun Akhbār al-Ridhā As, jld. 1, hlm. 56.
  11. Musnad Ahmad, jld. 5, hlm-hlm 86-90, 92-101, 106-108.
  12. Al-Kharazmi, Maqtal al-Husain Alaihi al-Salam, al-Juz al-Awwal, hlm. 146-147.
  13. "المهدي من عترتي من ولد فاطمة" Sunan Abi Daud, 4/107, hadis 4284; Sunan Ibnu Majah, 2/1368, hadis 4086; Al-Mustadrak ‘ala al-Shahihain, 4/601, hadis 8672; al-Durr al-Mantsur, 7/484; Mizan al-I'tidal, 3/160, hadis 5959; sesuai nukilan dari Muntakhab Fadhail al-Nabi wa Ahlubaitihi As min al-Shihah al-Sittah wa Ghairuha min al-Kutub al-Mu'tabarah ‘inda Ahlusunnah, hlm. 373. Demikian juga silahkan lihat, al-Suyuthi, al-Hawi lil Fatawa, jld. 2, hlm. 214.
  14. «‌المهدی منا اهل البیت یصلحه الله فی لیلة » Sunan Ibnu Majah, 2/1367, hadis 4058; Musnad Ahmad, 1/136, hadis 646; Hilyat al-Auliyah, 3/177; al-Durr al-Mantsur, 7/484; Mushannaf Abi Syaibah, 8/678, hadis 190; sesuai nukilan dari Muntakhab Fadhail al-Nabi wa Ahlubaitihi As min al-Shihah al-Sittah wa Ghairuha min al-Kutub al-Mu'tabarah 'inda Ahlusunnah, hlm. 372.
  15. Sunan Abi Daud, 4/107, hadis 4283; al-Durr al-Mantsur, 7/484; Misykat al-Mashabih lil Khatib al-Tabrizi, 3/170, hadis 5452; Mushannaf Ibnu Abi Syaibah, 8/678, hadis 194; sesuai nukilan dari Muntakhab Fadhail al-Nabi wa Ahlubaitihi As min al-Shihah al-Sittah wa Ghairuha min al-Kutub al-Mu'tabarah ‘inda Ahlusunnah, hlm. 372.
  16. Nu'mani, Ghaibat, hlm. 197.
  17. Al-Kulaini, al-Kafi, jld. 1, hlm. 533.
  18. Al-Mufid, al-Irsyad, hlm. 512-513.
  19. Shabiri, Tarikh Firaq Islami (2), hlm. 198.

Daftar Pustaka

  • Ibnu Hanbal, Musnad Ahmad, jld. 5, Beirut, Dar Shadir, Tanpa tahun.
  • Al-Kharazmi (Akhthab Kharazmi), Abu al-Muayyid al-Muwaffaq bin Ahmad al-Makki, Maqtal al-Husain as, Riset oleh Muhammad al-Samawi, Qum, Anwar al-Huda, 1418 H.
  • Al-Mufid, al-Irsyād fi Ma'rifat Hujajillah ‘ala al-Ibad, Qum, Said bin Jabir, 1428 H.
  • Al-Sajistani, Sulaiman bin al-Asy'ats, Sunan Abi Daud, jld. 2, Riset dan annotasi: Said Muhammad al-Ham, Dar al-Fikr lil Thaba'ah wa al-Nasyr wa al-Tauzi', 1410 H-1990 M.
  • Jasim Husain, Tarikh Siyasi Ghaibat Imam Dauzdahum as, Penj. Sayid Muhammad Taqi Ayatullahi, Tehran, Amir Kabir, 1424 H.
  • Al-Syahid al-Awwal, al-Durus al-Syar'iyyah fi Fiqh al-Imamiyah, jld. 2, Qum, Muassasah al-Nasyr al-Islami, Tanpa tahun.
  • Shabiri, Husain, Tarikh Firaq Islami (2), Firaq Syi'i wa Firqah-ha Mansub be Syi'ah, Tehran, Samt, 1426 H.
  • Al-Shaduq, 'Uyun Akhbar al-Ridha as, Riset dan annotasi, Husain al-A'lami, jld. 1, Beirut, Muassasah al-A'lami lil Mathbu'at, 1984-1404 H.
  • Al-Shaduq, Kamaluddin wa Tamam al-Ni'mah, Riset oleh Ali Akbar al-Ghaffari, Qum, Muassasah al-Nasyr al-Islami, 1422 H.
  • Al-Kulaini, al-Kafi, jld. 1, Riset dan annotasi oleh Ali Akbar Ghaffari, Tehran, Dar al-Kutub al-Islami, 1404 H.
  • Nu'mani, Ibnu Abi Zainab, Ghaibat Nu'mani, Penj. Muhammad Jawad Ghaffari, Tehran, Nasyr Shaduq, 1418 H.
  • Muzhaffar, Muhammad Ridha, Masail I'tiqadi az Didgah Tasyayyu', Penj. Muhammad Muhammadi Isytihardi, Qum, Daftar Intisyarat Islami, 1417 H.
  • Muntakhab Fadhail al-Nabi wa Ahlulbait ‘Alaihim al-Salam wa Min al-Shihah al-Sittah wa Ghairuha min al-Kutub al-Mu'tabarah ‘Inda Ahli Sunnah, Beirut; Al-Ghadir, 1423-2002 M.
  • Maulawi, Jalaluddin Muhammad, Kuliyat Syams Tabrizi, Tehran, Amir Kabir, 1418 H.